Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa Rumah, Tanah, Mobil Lengkap

Diposting pada

surat perjanjian sewa menyewa

Spektrumdunia.comContoh perjanjian sewa menyewa ada banyak macamnya, diantaranya adalah perjanjian sewa rumah, sewa mobil, sewa gedung, atau sewa menyewa barang lainnya. Perjanjian sewa menyewa sudah termaktub dalam undang undang KUHP. Dalam pengertiannya sewa memiliki arti menggunakan atau memakai sesuatu barang dengan membayar uang sewa terhadap barang tersebut.

Secara lengkap sewa menyewa adalah persetujuan dua belah pihak yang disetujui bersama (pihak yang menyewakan dan penyewa barang) terhadap barang yang disewakan. Atau dengan kata lain sewa menyewa barang adalah memberikan hak penyewa barang untuk menggunakan barang yang dimiliki oleh penyewa dengan pemungutan uang sewa terhadap barang sewaan tersebut.

Berikut ini adalah contoh surat perjanjian sewa menyewa atau surat perjanjian kontrak barang.

Contoh surat perjanjian sewa menyewa mobil

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA MOBIL

Pada hari ini (hari, tanggal, bulan, tahun) telah terjadi Perjanjian Sewa Menyewa
Kendaraan antara:

Nama :
Pekerjaan :
Alamat :

Dalam hal ini bertindak dalan jabatannya selaku direktur untuk dan atas nama
perseroan terbatas PT _____ berkedudukan di _____ dan beralamat di Jalan
_____ selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

Nama :
Usia :
Alamat :

Bertindak atas nama sendiri yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Para pihak menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut :
Bahwa PIHAK PERTAMA sebagai pihak yang menyewakan kendaraan dan PIHAK
KEDUA adalah pihak yang menerima dan menyewa kendaraan yang berupa:

1. Jenis kendaraan :
2. Merek/Tipe :
3. Nomor Polisi :
4. Nomor Rangka/Tahun :
5. Nomor Mesin :
6. Warna :
7. Nomor BPKB :

Para pihak di atas masing-masing telah sepakat untuk melakukan Perjanjian Sewa
Menyewa Kendaraan yang diatur dalam pasal-pasal berikut ini:

PASAL 1
STATUS SEWA

1. PIHAK PERTAMA menyerahkan dan menyewakan kendaraan serta perlengkapannya
kepada PIHAK KEDUA yang menerima dan menyewa kendaraan dalam
keadaan baik dan siap pakai.

2. Status sewa adalah sopir pribadi.

PASAL 2
JANGKA WAKTU

1. PIHAK PERTAMA sepakat menyerahkan kendaraan kepada PIHAK KEDUA mulai
tanggal _____ bulan _____ tahun _____ jam _____ sampai dengan tanggal
_____ bulan _____ tahun _____ jam _____ .

2. Setelah jangka waktu tersebut berakhir, maka sewa menyewa ini dapat
diperpanjang untuk jangka waktu _____ .

PASAL 3
PENYERAHAN KENDARAAN

PIHAK PERTAMA menyerahkan kendaraan kepada PIHAK KEDUA setelah Perjanjian
ini ditandatangani berikut Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dari kendaraan
yang dimaksud.

PASAL 4
HAK DAN KEWAJIBAN

1. PIHAK PERTAMA berkewajiban menyerahkan kepada PIHAK KEDUA, yang
menerima kendaraan, dan untuk itu tidak dapat dialihkan pada pihak lain tanpa
sepengetahuan dan izin dari PIHAK PERTAMA untuk dipergunakan kepada halhal
yang tidak melanggar hukum, sehingga untuk itu PIHAK PERTAMA tidak
menanggung akibatnya.

2. PIHAK PERTAMA sewaktu-waktu berhak menarik kendaraan dengan tanpa
syarat apa pun dari PIHAK KEDUA, apabila terjadi ketidakjelasan baik mengenai
keberadaan dan atau masa sewa kendaraan tersebut.

3. PIHAK KEDUA pada saat berakhirnya masa sewa wajib menyerahkan kembali
kendaraan sewa tersebut dengan kondisi sesuai pada saat diterimanya kendaraan
tersebut kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 5
BIAYA DAN CARA PEMBAYARAN

1. PIHAK PERTAMA membebankan biaya sewa kepada PIHAK KEDUA untuk seluruh
jangka waktu sewa berjumlah _____ yang keseluruhannya akan dibayarkan PIHAK KEDUA secara sekaligus bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian ini.

2. Perjanjian ini berlaku sebagai tanda bukti yang sah dari sejumlah uang sewa
kendaraan termaksud.

PASAL 6
BIAYA TAMBAHAN DI LUAR BIAYA SEWA

PIHAK KEDUA sanggup untuk membiayai dan membayar ongkos tambahan di luar
biaya sewa, untuk:

1. Biaya bahan bakar kendaraan dan oli mesin pemakaian kendaraan sesuai
kualifikasi teknisnya.
2. Biaya perbaikan apabila terjadi kerusakan selama kendaraan berada pada
PIHAK KEDUA serta biaya sewa selama perbaikan.
3. Biaya penggantian terhadap kehilangan kendaraan dan atau peralatan/perlengkapan
oleh pihak lain.
4. Biaya transportasi apabila terjadi kesepakatan dalam pengantaran ataupun
pengambilan kendaraan di luar wilayah _____ yang besarnya dipertimbangkan
sesuai jarak dari _____ .

PASAL 7
PENYELESAIAN SENGKETA

1. Apabila terjadi perselisihan akan diselesaikan secara kekeluargaan atau
musyawarah.
2. Apabila tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak dalam musyawarah,
maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dan memilih tempat
kediaman yang sah dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri _____ .

Demikianlah Perjanjian ini dibuat dan ditandangani sebagai bukti yang sah pada
hari, tanggal, bulan, tahun yang telah disebutkan dalam awal Perjanjian ini.

PIHAK PERTAMA                                                                                                        PIHAK KEDUA

_____________                                                                                                          ___________

 

Contoh surat perjanjian sewa menyewa ruko

SURAT PERJANJIAN SEWA RUKO

Kami yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama          : …..
Umur          : …..
Pekerjaan   : ……
Alamat        : …..

Selanjutnya disebut : PIHAK I

Nama         : …..
Umur         : …..
Pekerjaan : …..
Alamat      : …..
Selanjutnya disebut : PIHAK II

Dengan ini PIHAK I mengakui telah menyewakan Ruko miliknya yang terletak di  ______kepada PIHAK II dengan kesepakatan sebagai berikut:

PASAL 1

PIHAK I menyewakan Ruko miliknya yang terletak di ……………………………………selama 2 (dua) tahun terhitung tanggal 5 April 2018 s/d 4 April 2019 kepada PIHAK II, dengan harga sewa total sebesar Rp. 80.000.000 (delapan puluh juta rupiah), atau sebesar Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) per tahun, dengan sistem pembayaran 3 (tiga) tahap.

Tahap I sebesar Rp 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) pada tanggal 7 Februari 2018. Tahap II sebesar Rp 17.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) pada tanggal 5 April 2018, dan melunasi sebesar Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) pada tanggal 5 Juli 2018, sehingga jumlah total menjadi Rp 80.000.000 (delapan puluh juta rupiah).

PASAL 2

1. PIHAK I mengijinkan PIHAK II untuk menambah daya listrik sesuai yang dibutuhkan untuk kepentingan usaha PIHAK II, selanjutnya PIHAK II sanggup dan wajib mengembalikan seperti keadaan semula setelah masa sewa berakhir.
2. PIHAK I mengijinkan PIHAK II untuk merenovasi Ruko sesuai kebutuhan PIHAK II, selanjutnya PIHAK II wajib mengembalikan dalam keadaan semula, apabila masa kontrak/sewa sudah selesai.

PASAL 3

1. PIHAK II berjanji untuk setiap saat memelihara dan merawat dengan baik.
2. PIHAK II berjanji untuk membayar, rekening PDAM, listrik, keamanan dan pungutan lainnya atas ruko tersebut, tetapi kwitansi harus tetap atas nama PIHAK I.
3. Bilamana karena kelalaian PIHAK II tidak melakukan pembayaran rekening tersebut, sehingga instansi yang berwajib menjalankan tindakan yang merugikan PIHAK I, maka PIHAK II diwajibkan bertanggungjawab segala biaya yang diperlukan untuk mengembalikan instalasi.
4. PIHAK II tidak diperkenankan mengalih sewakan ke PIHAK III.
5. Apabila masa sewa belum habis dan PIHAK II tidak lagi menggunakannya, maka PIHAK II wajib mengembalikan ruko ke PIHAK I, dan PIHAK I sanggup mengembalikan sisa uang sebanyak Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) per bulan.

PASAL 4

1. Apabila dalam masa sewa terjadi hal-hal di luar dugaan, bencana alam, ruko tertimpa pohon atau sebab lain yang menyebabkan ruko tidak bisa dipakai lagi, PIHAK I sanggup mengembalikan sisa uang sewa, atau PIHAK I akan memperbaiki sampai ruko bisa dipakai kembali.
2. Apabila terjadi sesuatu seperti tersebut pada PASAL 4 ayat 1, maka selama ruko dalam perbaikan, tidak diperhitungkan sebagai masa sewa.
3. Pada saat berakhirnya waktu sewa dan tidak dilakukan perpanjangan waktu sewa, PIHAK II diberikan waktu maksimal 7 hari setelah masa sewa berakhir untuk melakukan pengosongan. Akan dikenakan denda kepada PIHAK II sebesar Rp.100.000 (seratus ribu rupiah) setiap hari setelah itu.

PASAL 5

1. Surat perjanjian ini mulai berlaku sejak tanggal ditandatangani bersama dan tidak bisa dibatalkan secara sepihak.
2. Apabila ada perselisihan yang diakibatkan sewa menyewa ini, akan diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah mufakat, tapi apabila tidak tercapai kesepakatan, kedua belah PIHAK sepakat akan menempuh cara sesuai hukum yang berlaku.

PASAL 6

Surat Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) lembar, dibubuhi materai secukupnya berkekuatan hukum sama, 1 (satu) lembar untuk PIHAK I, 1 (satu) lembar untuk PIHAK II.

PASAL 7

Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani bersama dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, tanpa ada tekanan dari PIHAK manapun, agar dipergunakan sebagaimana mestinya.

Bantul, ……………..2015
Yang membuat perjanjian

PIHAK I                                                                                           PIHAK II

 

_____                                                                                                _____

Saki-saksi :
1. ……………………………………………
2. ……………………………………………

Contoh surat perjanjian sewa menyewa gudang

Pada hari ini, ___ tanggal ____ bulan ____ tahun ____ (……. ……. ……. …….). Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama    :

Alamat  :

Jabatan :

Hal ini bertindak atas nama sendiri yang selanjutnya dalam perjanjian akan disebut sebagai Pihak Pertama.

Nama:

Alamat:

Jabatan:

Hal ini bertindak atas nama ____ yang selanjutnya akan disebut sebagai Pihak Kedua.

Kedua belah pihak dengan ini telah sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian penyewaan gudang dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1 – Obyek Perjanjian

Pemilik gudang berjanji dan mengikatkan diri untuk menyewakan gudang kepada Pihak Kedua, dan Pihak kedua berjanji dan mengikatkan diri untuk menyewa gudang yang berlokasi di ____ . Gudang tersebut akan digunakan oleh Pihak Kedua untuk menyimpan ____.

Pasal 2 – Jumlah dan Luas Ruangan

Sesuai dengan pasal 1 bahwa gudang tersebut disewa dengan jumlah ruangan ___ ruangan dan memiliki luas luangan ___ meter persegi.

Pasal 3 – Harga dan Cara Pembayaran

Pihak Kedua berjanji dan tidak keberatan untuk membayar sewa gudang kepada Pihak Pertama selama ____ hari/minggu/bulan/tahun sejak tanggal ___ sampai dengan tanggal ___ sejumlah Rp XXX (___ juta rupiah) dengan cara pembayaran sebagai berikut:

Pembayaran pertama sebesar Rp XXX, dibayarkan Pihak Kedua pada saat perjanjian sewa menyewa gudang sebagai uang Jaminan yang akan dikembalikan saat penyewaan gudang sudah selesai.
Pembayaran kedua sebesar Rp XXX, dibayarkan Pihak Kedua saat barang yang disimpan di dalam gudang akan dibongkar atau dikeluarkan dari gudang.
Pembayaran ketiga sebesar Rp XXX, dibayarkan Pihak Kedua paling lambat tanggal XXX saat jangka waktu kontrak selesai sebagai pelunasan.

Pasal 4 – Penyerahan Kunci Gudang

Pihak Pertama berjanji dan bersedia untuk menyerahkan kunci gudang sebagaimana disebutkan pada pasal 2 di atas paling lambat ___ hari setelah pembayaran pertama dilunaskan.

Pasal 5 – Penggantian Kunci

Pihak Pertama menyerahkan kunci gudang sebagai telah disebutkan pada pasal 1 dan 4 di atas kepada Pihak Kedua tanpa mengubah konstruksi dan bentuk kunci. Pihak Kedua dipersilahkan untuk mengubah bentuk dan konstruksi kunci dan gudang setelah mendapatkan persetujuan dari Pihak Pertama.

Pasal 6 – Fasilitas

Sesuai dengan perjanjian sewa, dengan ini Pihak Pertama menyerahkan kontrak sewa gudang dengan fasilitas berikut:

  • Satpam 24 jam.
  • CCTV
  • Daya listrik sebesar ……. watt.
  • ……. unit tabung gas pemadam kebakaran.
  • Saluran air.
  • Jasa bongkar muat.
  • Forklift.

Pasal 7 – Sanksi-sanksi

Pihak Kedua diwajibkan membayar biaya sewa gudang kepada pihak Pertama seperti yang telah disebutkan pasal di atas. Apabila Pihak Kedua terlambat membayar, maka wajib membayar denda sebesar XX (XX persen) setiap hari/minggu/bulan/tahun keterlambatan.

Pasal 8 – Pembatalan dan Penyerahan Kepada Pihak Lain

Pemilik Kedua berjanji bahwa hak penyewaan gudang dapat dialihkan kepada pihak lain dengan persetujuan tertulis oleh Pihak Pertama. Apabila Pihak Kedua bermaksud untuk membatalkan perjanjian ini, maka harus diketahui oleh Pihak Pertama dan Pihak Pertama dibebaskan dari tuntutan untuk mengembalikan uang yang telah diterima dari Pihak Kedua.

Selepas dari pembatalan perjanjian sewa gudang ini, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa kedua belah pihak akan melepaskan ketentuan yang termaksud pada proses hukum yang berlaku.

Pasal 9 – Ketentuan Lain

Setiap fasilitas yang disediakan harap dijaga dengan baik. Kerusakan pada salah satu fasilitas oleh Pihak Kedua akan diselesaikan dan dibicarakan secara musyawarah antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua.

Pihak Pertama dan Pihak Kedua berjanji setiap detail data diri adalah sah dan dapat dibenarkan.
Pihak Pertama dan Pihak kedua bersedia untuk memberikan informasi ketika ada detail data diri yang telah berubah maksimal XXX minggu sebelum perubahan dilakukan.

Pasal 10 – Force Majeure

Pihak Pertama dan Pihak Kedua berjanji dan bersedia apabila ada kerusakan dan kerugian yang disebabkan oleh keadaan terpaksa, seperti perang, kebakaran, peledakan, gempa bumi dan lain-lain adalah tidak dapat dikatakan sebagai kesalahan masing-masing Pihak, dan karena itu Pihak Pertama dan Pihak Kedua dibebaskan atas tuntutan kerugian yang telah diterima oleh Kedua Pihak dan Pihak Lainnya.

Pasal 11 – Penyelesaian Perselisihan

Apabila terjadi perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah menyepakati akan memilih menyelesaikan perkara secara hukum. Tentang perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara di ___.

Demikianlah Surat Perjanjian Sewa Gudang ini dibuat dan ditandatangani oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua di ____, pada Hari ___ Tanggal ___ (____) Bulan ___ Tahun ___ (___), dalam keadaan sadar tanpa adanya paksaan atau tekanan dari Pihak Manapun.

Pihak Pertama,                                                                                         Pihak Kedua,

(……. ……. ……. …….)                                                                               (……. ……. ……. …….)

 

Contoh surat perjanjian sewa menyewa kontrak rumah

Yang bertanda tangan di bawah ini:

  1. Nama : —————————————————-
    Umur : —————————————————-
    Pekerjaan : —————————————————-
    Alamat : —————————————————-
    Nomer KTP / SIM : —————————————————-
    Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya
    disebut PIHAK PERTAMA
  2. Nama : —————————————————-
    Umur : —————————————————-
    Pekerjaan : —————————————————-
    Alamat : —————————————————-
    Nomer KTP / SIM : —————————————————-
    Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya
    disebut PIHAK KEDUA

Kedua belah pihak dengan ini menerangkan bahwa PIHAK PERTAMA selaku pemilik sah telah setuju untuk menyewakan kepada PIHAK KEDUA berupa:

Sebuah rumah yang berdiri di atas sebidang tanah yang terletak di ( —— alamat lengkap —— ) dengan luas bangunan [( —) (—luas tanah dalam huruf —)] meter persegi, dengan sertifikat hak milik Nomer ( ————————- ), gambar situasi Nomer ( ———- ) tanggal ( —- tanggal, bulan, dan tahun —).

Selanjutnya kedua belah pihak bersepakat bahwa perjanjian sewa-menyewa antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA ini berlaku sejak tanggal penandatanganan surat perjanjian ini. Adapun syarat-syarat serta ketentuanketentuan dalam surat perjanjian ini diatur dalam 12 (dua belas) pasal, sebagai
berikut:

Pasal 1
HARGA SEWA

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah sepakat untuk menentukan
harga sewa atas rumah berikut pekarangannya tersebut di atas dengan nilai
sewa [(Rp. ————-,00) (—— jumlah uang dalam huruf —— )] untuk jangka
waktu [(—— ) ( — waktu dalam huruf —)] tahun terhitung sejak tanggal ( —-
tanggal, bulan, dan tahun —) sampai dengan tanggal ( —- tanggal, bulan, dan
tahun —) dan keseluruhan uang sewa tersebut sudah harus dibayarkan PIHAK
KEDUA kepada PIHAK PERTAMA pada saat penandatanganan surat
perjanjian ini.

Pasal 2
JAMINAN PIHAK PERTAMA

PIHAK PERTAMA menjamin bahwa barang yang disewakan tersebut di atas berikut semua fasilitas-fasilitas yang terdapat di dalamnya adalah hak miliknya dan bebas dari segala tuntutan hukum dan persoalan-persoalan yang dapat mengganggu PIHAK KEDUA atas penggunaannya selama jangka waktu
berlakunya surat perjanjian ini. Segala kerugian yang timbul akibat kelalaian PIHAK PERTAMA ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA.

Pasal 3
LARANGAN BAGI PIHAK PERTAMA

Sebelum jangka waktu kontrak seperti yang tertulis pada pasal 1 surat perjanjian ini berakhir, PIHAK PERTAMA tidak dibenarkan meminta PIHAK KEDUA untuk mengakhiri jangka waktu kontrak dan menyerahkan kembali rumah tersebut kepada PIHAK PERTAMA kecuali disepakati oleh kedua belah
pihak.

Pasal 4
LARANGAN BAGI PIHAK KEDUA

  1. PIHAK KEDUA tidak dibenarkan sama sekali untuk mengalihkan hak atau mengontrakkan kepada PIHAK KETIGA tanpa ijin serta persetujuan dari PIHAK PERTAMA.
  2. PIHAK KEDUA tidak dibenarkan untuk mengubah struktur dan instalasi dari rumah tersebut tanpa ijin dan persetujuan dari PIHAK PERTAMA.Yang dimaksudkan dengan struktur adalah sistim konstruksi bangunan yang menunjang berdirinya bangunan rumah tersebut, seperti: pondasi, balok, kolom, lantai, dan dinding.

Pasal 5
TANGGUNG JAWAB AKIBAT PEMAKAIAN

  1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerusakan struktur sebagai akibat
    pemakaian.
  2. PIHAK KEDUA dibebaskan dari segala ganti rugi atau tuntutan dari
    PIHAK PERTAMA akibat kerusakan pada bangunan yang diakibatkan oleh
    force majeure.
    Yang dimaksud dengan Force majeure adalah:

    1. Bencana alam, seperti: banjir, gempa bumi, tanah longsor, petir, angin
      topan, serta kebakaran yang disebabkan oleh faktor extern yang
      mengganggu kelangsungan perjanjian ini.
    2. Huru-hara, kerusuhan, pemberontakan, dan perang.

Pasal 6
PENGGUNAAN SARANA

Dalam perjanjian sewa ini sudah termasuk hak atas pemakaian aliran listrik, saluran nomor telepon, dan air dari PDAM yang telah terpasang sebelumnya pada bangunan rumah yang disewa. Selama jangka waktu kontrak berlangsung, PIHAK KEDUA berkewajiban untuk membayar semua tagihantagihan atau rekening-rekening serta biaya-biaya lainnya atas penggunaannya. Segala kerugian yang timbul akibat kelalaian PIHAK KEDUA dalam memenuhi kewajibannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

Pasal 7
PENGGUNAAN RUMAH

  1. PIHAK KEDUA tidak akan mempergunakan rumah itu untuk tujuan yang
    lain dari pada yang disepakati dalam perjanjian ini, kecuali telah mendapat
    ijin secara tertulis dari PIHAK PERTAMA.
  2. PIHAK KEDUA berkewajiban untuk menjaga kebersihan, keamanan,
    ketertiban dan ketenteraman lingkungan

Pasal 8
TANGGUNG JAWAB PIHAK PERTAMA

PIHAK PERTAMA bertanggung jawab atas berlakunya peraturan-peraturan Pemerintah yang menyangkut perihal pelaksanaan perjanjian ini, semisal: Pajak-pajak, Iuran Retribusi Daerah (IREDA), dan lain-lainnya.

Pasal 9
PENYERAHAN RUMAH KETIKA PERJANJIAN BERAKHIR

Setelah berakhir jangka waktu kontrak sesuai dengan Pasal 1 surat perjanjian ini, PIHAK KEDUA segera mengosongkan rumah dan menyerahkannya kembali kepada PIHAK PERTAMA serta telah memenuhi semua kewajibannya sesuai dengan pasal 6 surat perjanjian ini.

Pasal 10
PERPANJANGAN SEWA

  1. Apabila PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bermaksud melanjutkan perjanjian kontrak, maka masing-masing pihak harus memberitahukan terlebih dahulu, minimal [(—— ) ( — waktu dalam huruf —)] bulan sebelum jangka waktu kontrak berakhir.
  2. PIHAK KEDUA harus mendapat prioritas pertama dari PIHAK PERTAMA untuk memperpanjang masa penyewaan barang tersebut di atas, sebelum PIHAK PERTAMA menawarkannya kepada calon-calon penyewa yang lain.

Pasal 11
HAL-HAL LAIN

  1. Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dimusyawarahkan bersama oleh kedua belah pihak.
  2. Mengenai perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak bersepakat untuk memilih domisili yang tetap pada ( —— Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri —— ).

Pasal 12
PENUTUP

Surat Perjanjian ini ditandatangani di ( — tempat — ) pada hari ( ——— ) tanggal ( —— tanggal, bulan, dan tahun —— ) dan berlaku mulai tanggal tersebut sampai dengan tanggal ( —— tanggal, bulan, dan tahun —— ).

Demikian perjanjian sewa-menyewa ini dibuat rangkap 2 (dua) yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dan ditandatangani di atas kertas bermaterei cukup.

 

PIHAK PERTAMA                                                      PIHAK KEDUA
[ ————————- ]                                              [ ———————— ]

SAKSI                                                                              SAKSI:
[ ————————— ]                                            [ ————————— ]

Contoh surat perjanjian sewa menyewa tanah dan bangunan

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                       :
Umur                       :
Pekerjaan                :
Alamat                     :
Nomer KTP / SIM :

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya
disebut PIHAK PERTAMA

Nama :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
Nomer KTP / SIM :

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
Para pihak menerangkan terlebih dahulu:

  1. Bahwa PIHAK PERTAMA adalah yang paling berhak penuh dan pemilik
    sah sebidang tanah Hak Milik yang diuraikan dalam ( ——— nomer sertifikat
    tanah ——— ), yang terletak di ( ——— alamat lengkap lokasi tanah ——— ),
    dan diuraikan lebih lanjut dalam ( ——— nomer gambar situasi ——— ),
    seluas [( —) (—luas tanah dalam huruf —)] meter persegi, dengan batas-batas:
    Utara     :  ____
    Selatan  :  ____
    Barat     :  ____
    Timur   :  ____
    Dan untuk selanjutnya disebut TANAH.
  2. Bahwa PIHAK PERTAMA akan menyewakan TANAH tersebut di atas
    kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA benar-benar telah
    menyatakan persetujuannya untuk menyewa TANAH dari PIHAK
    PERTAMA.
  3. Bahwa para pihak menerangkan, bahwa PIHAK PERTAMA dengan ini
    menyewakan kepada PIHAK KEDUA, yang dengan ini menyewa TANAH
    dari PIHAK PERTAMA, yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak
    dengan materei cukup serta dilampirkan dalam perjanjian ini.
  4. Selanjutnya para pihak menerangkan bahwa sewa-menyewa TANAH ini
    dilangsungkan dan diterima dengan syarat-syarat ketentuan-ketentuan
    yang diatur dalam 13 (tiga belas) pasal, seperti berikut di bawah ini :

Pasal 1
JANGKA WAKTU

  1. Sewa-menyewa ini dilangsungkan dan diterima untuk jangka waktu [(—— )
    ( — waktu dalam huruf —)], terhitung sejak tanggal ( —— tanggal, bulan, dan
    tahun —— ) dan berakhir pada tanggal ( —— tanggal, bulan, dan tahun —— ).
  2. Setelah jangka waktu tersebut berakhir dan PIHAK KEDUA bermaksud
    untuk memperpanjang, maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan
    kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis, selambat-lambatnya [(—— ) ( —
    waktu dalam huruf —)] bulan sebelum berakhirnya perjanjian ini.
  3. Syarat-syarat serta ketentuan-ketentuan perihal perpanjangan sewa tanah
    tersebut akan ditentukan dalam Surat Perjanjian tersendiri.

PASAL 2
HARGA SEWA

  1. Harga sewa TANAH ditetapkan sebesar [(— Rp. ———,00) (—— jumlah
    uang dalam huruf —— )] per tahun atau [(— Rp. ———,00) (—— jumlah uang
    dalam huruf —— )] untuk keseluruhan jangka waktu sewa dan uang tersebut
    akan diberikan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA bersamaan
    dengan penandatanganan Surat Perjanjian ini sebagai tanda pelunasan dari
    seluruh jumlah uang sewa termaksud.
  2. PIHAK PERTAMA akan memberikan tanda bukti penerimaan tersendiri
    kepada PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA dalam masa sewa-menyewa ini sama sekali tidak
    diperbolehkan mengambil uang sewa tambahan lagi dari PIHAK KEDUA
    dengan mengemukakan dalih atau alasan apapun juga.

PASAL 3
SERAH TERIMA TANAH

  1. Pada saat perjanjian ini, PIHAK PERTAMA menyerahkan TANAH kepada
    PIHAK KEDUA.
  2. PIHAK KEDUA menerima penyerahan TANAH sesuai menurut kondisi
    nyata pada hari penyerahan tersebut.
  3. Penyerahan TANAH dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA
    dituangkan dalam suatu Berita Acara Serah Terima.

Pasal 4
PENGGUNAAN TANAH

  1. PIHAK KEDUA berhak sepenuhnya untuk menggunakan TANAH yang
    disewanya dengan perjanjian ini untuk ( —————————- ) atas
    tanggung jawab PIHAK KEDUA sendiri dan dengan memperhatikan serta
    mentaati segala peraturan-peraturan hukum yang berlaku.
  2. PIHAK KEDUA tidak akan mempergunakan TANAH untuk tujuan yang
    lain dari pada yang disepakati dalam perjanjian ini, kecuali telah mendapat
    ijin tertulis dari PIHAK PERTAMA.

Pasal 5
PEMELIHARAAN TANAH

  1. PIHAK KEDUA diwajibkan untuk memelihara TANAH yang disewanya
    dengan sebaik-baiknya dengan ongkos atau biaya pemeliharaan PIHAK
    KEDUA sendiri.
  2. PIHAK PERTAMA akan mengambil tindakan-tindakan pencegahan untuk
    menjaga keamanan dalam lingkungan wilayah usaha PIHAK PERTAMA,
    namun PIHAK PERTAMA tidak bertanggung jawab atas tindakan-tindakan
    PIHAK KETIGA yang dapat menyebabkan kerugian pada PIHAK KEDUA.

Pasal 6
PENGALIHAN SEWA

Dalam masa berlakunya perjanjian ini, PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan
untuk menyewakan kembali sebagian atau keseluruhan TANAH yang
disewanya kepada PIHAK KETIGA, kecuali jika mendapat ijin tertulis dari
PIHAK PERTAMA yang dituangkan dalam suatu perjanjian pengalihan sewa
menyewa TANAH.

Pasal 7
PAJAK, IURAN DAN PUNGUTAN

Segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan
TANAH di atas diberlakukan ketentuan sebagai berikut:

  1. Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih
    menjadi kewajiban dan tanggung jawab PIHAK PERTAMA.
  2. Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi kewajiban
    dan tanggung jawab PIHAK KEDUA.
  3. Perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum yang dilakukan PIHAK
    KEDUA sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

Pasal 8
KEWAJIBAN AHLI WARIS

Perjanjian ini tidak berakhir karena salah satu pihak meninggal dunia,
melainkan akan tetap bersifat turun-temurun dan harus dipatuhi oleh para ahli
waris atau penerima hak masing-masing pihak.

Pasal 9
PELANGGARAN ATAU KECURANGAN

Apabila salah satu dari kedua belah pihak melakukan kecurangan atau
melanggar serta tidak mentaati perjanjian ini, maka diberlakukan peraturan
sebagai berikut:

  1. Apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran atau tidak mentaati
    perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA berhak untuk minta perjanjian ini
    dibatalkan.
  2. Apabila PIHAK PERTAMA melakukan pelanggaran atau tidak mentaati
    perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA wajib memberikan atau membayar
    ganti rugi kepada PIHAK KEDUA.
    Besarnya ganti rugi tersebut ditetapkan oleh 3 (tiga) orang arbiter yang
    terdiri dari:
    a. Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK PERTAMA,
    b. Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK KEDUA, dan
    c. Seorang yang ditunjuk arbiter dari PIHAK PERTAMA dan PIHAK
    KEDUA.
    Apabila keputusan para arbiter tidak memuaskan kedua belah pihak,
    masing-masing pihak bersepakat untuk membawa dan menyerahkan
    masalah tersebut kepada ( —— Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri —— )
    untuk mengangkat 1 (satu) atau 2 (dua) orang arbiter baru guna melengkapi
    arbiter-arbiter yang telah ada.

Pasal 10
PEMUTUSAN PERJANJIAN OLEH PIHAK PERTAMA

PIHAK PERTAMA berhak untuk memutuskan hubungan sewa menyewa
berdasarkan perjanjian ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada
PIHAK KEDUA dalam hal-hal berikut:

  1. Apabila PIHAK KEDUA lalai membayar harga sewa, biaya perawatan,
    dan/atau tagihan lainnya yang terhutang selama [(—— ) ( — waktu dalam
    huruf —)] bulan setelah pembayaran harga sewa dan/atau tagihan tersebut
    jatuh tempo.
  2. Apabila kegiatan tau usaha PIHAK KEDUA dihentikan untuk sementara
    berdasarkan penetapan dari instansi yang berwenang, atau ijin usahanya
    dicabut oleh PIHAK PERTAMA.

Pasal 11
PEMUTUSAN PERJANJIAN OLEH PIHAK KEDUA

PIHAK KEDUA berhak untuk memutuskan hubungan sewa menyewa
berdasarkan perjanjian ini sebelum berakhirnya jangka waktu sewa menyewa
dengan syarat-syarat sebagai berkut:

  1. PIHAK KEDUA memberitahukan secara tertulis perihal keinginannya itu
    kepada PIHAK PERTAMA, sekurang-kurangnya [(—— ) ( — waktu dalam
    huruf —)] bulan sebelum perjanjian ini putus. PIHAK PERTAMA akan
    memberikan jawaban secara tertulis kepada PIHAK KEDUA perihal
    permintaan tersebut dengan disertai dengan pemberitahuan hak-hak dan
    kewajiban-kewajiban lain yang harus dipenuhi kedua belah pihak.
  2. PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut pengembalian uang sewa dan
    biaya perawatan yang telah diterima oleh PIHAK PERTAMA.

Pasal 12
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

  1. Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta
    diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat
    oleh kedua belah pihak.
  2. Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan
    atau musyawarah untuk mufakat, kedua belah pihak bersepakat untuk
    menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat
    untuk memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di ( —— Kantor
    Kepaniteraan Pengadilan Negeri —— ).

Pasal 13
PENUTUP

Surat perjanjan sewa – menyewa tanah ini dibuat rangkap 2 (dua) dan ditandatangani kedua belah pihak di ( —– tempat ——) pada hari ( ———) tanggal [( ——) ( — tanggal dalam huruf —)] ( — bulan dalam huruf —) tahun [( —-) ( — tahun dalam huruf —)] dimana masing-masing pihak berada dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga.

PIHAK PERTAMA                                                                             PIHAK KEDUA
[ ————————- ]                                                                   [ ———————— ]