Macam-macam modus kejahatan saat mudik dan bepergian yang perlu diwaspadai menjadi salah satu pembahasan pada artikel kali ini. Tentunya masih berhubungan dengan hiruk-pikuk seputar aktifitas mudik Lebaran yang sebelumnya menjadi pengisi posting-posting pada blog ini. Ya, Lebaran memang merupakan sebuah momen penting bagi sebagian besar umat muslim, terutama menjelang cuti bersama atau libur Nasional seperti saat sekarang tentunya banyak dari anda yang kemudian memilih untuk mudik ataupun bepergian bersama keluarga. 

Nah, sebelum anda merencanakan untuk mudik, mungkin ada baiknya jika anda membaca terlebih dahulu artikel sebelumnya yang membahas seputar tips persiapan sebelum mudik Lebaran 2012 yang perlu dilakukan agar mudik anda lancar karena anda telah mempersiapkannya dengan baik. Meskipun persiapan yang telah anda lakukan anda rasa cukup matang, namun tak ada salahnya jika anda tetap selalu waspada karena bermacam-macam modus kejahatan saat mudik selalu mengintai dan bisa saja terjadi dimanapun dan kapanpun anda lengah. Oleh sebab itu, selalu perhatikan keadaan sekitar anda sehingga anda bisa mengambil tindakan saat anda mencium adanya kejahatan di dekat anda.

Artikel yang mengulas macam-macam modus kejahatan saat mudik yang perlu diwaspadai mungkin bisa menjadi salah satu referensi betapa kejahatan tak melulu terlihat mengerikan, namun juga ada sebagian tindak kejahatan yang justru yang menggunakan unsur kebaikan dengan tujuan membuat anda lengah. Inilah beberapa macam modus kejahatan saat mudik atau bepergian yang patut diwaspadai:

1. Pembiusan.
Modus ini memang tengah menjadi salah satu bentuk kejahatan yang cukup menakutkan. Tidak jarang kita menyaksikan berita kriminal di televisi dengan pelaku kejahatan yang menggunakan modus dan trik ini untuk memperdaya calon mangsanya. Pelaku biasanya menggunakan obat tidur atau obat penenang ke dalam minuman, permen dan lain sebagainya yang kemudian di tawarkan kepada calon korban membuat calon korban menjadi tak sadarkan diri (pingsan)

2. Hipnotis.
Hipnotis juga sering dilakukan oleh pelaku kejahatan dengan cara menepuk pundak atau punggung korban dan sesaat kemudian korban menjadi kehilangan kesadaran. Pelaku hipnotis juga bisa dilakukan dengan mengajak ngobrol calon korban dan tanpa disadari sang korban, barang-barang pun telah berpindah tangan.

3. Pencopetan.
Pencopetan biasanya kerap terjadi di hiruk pikuk keramaian dimana banyak orang yang kehilangan konsentrasi atas barang bawaannya. Meskipun pencopetan biasanya tidak dengan tindakan kekerasan, namun pencopetan menjadi salah satu modus kejahatan yang harus anda waspadai. Untuk meminimalisir terjadinya hal ini maka pastikan selalu membawa dan menyimpan barang-barang (dompet, handphone, dsb) milik anda pada tempat yang aman dan selalu termonitor oleh anda.

4. Penjambretan.
Penjambretan biasanya dilakukan oleh pelaku setelah mengintai korban dan mencari titik kelengahan dari calon korbannya. Saat calon korban lengah, maka disinilah pelaku beraksi dengan membawa kabur kalung, tas atau perhiasan yang dipakai atau dibawa oleh calon korban.

5. Penipuan.
Penipuan juga marak pada saat musim liburan. Jangan langsung percaya kepada orang yang berbuat baik terhadap diri anda, karena siapa tau dibalik kebaikannya ia berusaha untuk menipu anda dengan berkedok sebagai seseorang yang berpura-pura mengenal anda. Kenalilah gerak-geriknya, jika terlihat mencurigakan maka sebaiknya anda menghindar dan segera mencari tempat yang aman.

6. Perampokan atau penodongan.
Perampokan adalah salah satu modus kejahatan yang patut anda waspadai karena perampokan biasanya dilakukan dengan menggunakan kekerasan dan senjata. Selalu perhatikan sekitar anda dan saat anda mencium hal-hal yang mencurigakan di sekitar anda, maka menghindarlah dari tempat tersebut.

Demikianlah macam-macam modus kejahatan saat mudik atau bepergian yang perlu anda waspadai. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat, dan jika anda memiliki cerita atau pernah menjadi korban dengan modus lain selain modus-modus kejahatan diatas, maka komentar anda pasti akan sangat membantu yang lain.

0 comments: